Tampilkan postingan dengan label Takdir Memutuskan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Takdir Memutuskan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2011

Takdir Memutuskan Part 3

Part 3
“Kau yang akan mempermainkan waktu selanjutnya!!!”seru Randia, tidak... aku tidak mau seperti Randia, ya mempermainkan waktu seenaknya demi masa depan yang cerah. Kalau kegagalan adalah takdir kita, yasudah... memang itu takdir kita, dalam catatan; YANG SEBENARNYA.

Takdir Memutuskan Part 2

Part 2
“Kau diutus takdir!!! Untuk memperbaiki setiap masalah dimasa depan!!!”seru Randia, Biba menganga. “Eh?”

Takdir Memutuskan Part 1

Part 1
Rumahku, yang terletak dipinggiran kota Jakarta ini, diapit oleh dua rumah mewah, rumah Nyonya Chum dan rumah Nyonya Jumi, kedua janda itu memiliki dua anak, anak yang amat mereka sayangi untuk terus mengingat sang suami. Jika kau berjalan keluar kompleks, pergi kearah timur sampai mentok, masuk kegang tanpa lihat-lihat, kau bisa kecebur got, tetapi jika kau melihat baik-baik, kau akan melihat sungai yang jernih, sungai itu ditutupi oleh kompleks sebelah yang beberapa rumahnya menghadap arah yang berlawanan, menghadap sebuah kali luas yang tercemar oleh pabrik mie ditengah-tengah kota.